Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 Agustus 2010

Hari Kedua Pemilihan Guru Berprestasi Nasional Tahun 2010

Pada hari kedua Pemilihan Guru Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional tahun 2010, sejak pukul 07.00, seluruh peserta mengikuti tes kepribadian. Sesi pertama pada tes kepribadian peserta mengerjakan 550 soal, sedangkan sesi kedua 100 soal.

Setelah itu peserta menyusun skenario pembelajaran atau RPP dalam waktu yang sangat singkat.

Bertempat di ruang-ruang yang bernamakan candi, para peserta sesuai dengan tingkatannya bersiap-siap wawancara dan presentasi Karya Tulis Ilmiah. Sebagaian peserta tampak tegang meskipun baru mengambil undian penampilan.

Rata-rata peserta dinilai oleh delapan juri.

Semoga lancar, amiin!

Kamis, 12 Agustus 2010

Hari Pertama Pemilihan Guru Berprestasi Nasional Tahun 2010 di Jakarta

Perhelatan Pemilihan Guru Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2010 yang akan berlangsung selama sepekan, 12 s.d. 18 Agustus 2010, semalam dibuka secara resmi Wakil Sementara Dirjen PMPTK, Prof. Suyanto. Acara yang diadakan di Hotel Grnd Sahid Jaya Jakarta tersebut tidak hanya diikuti oleh 132 guru (33 guru TK, 33 SD, 33 SMP, dan 33 SMA yang merupakan wakil masing-masing provinsi), tetapi juga diikuti oleh 133 guru PLB (pendidikan Luar Biasa), dan 66 guru berdedikasi/daerah terpencil/daerah khusus (masing-masing provinsi 2 guru).

Dalam sambutannya, Ketua Panitia, Bapak dasuki, menjelaskan bahwa tahun ini adalah tahun ke delapan pemilihan guru berprestasi yang pada masa awalnya bernama guru teladan. Diharapkan, guru berprestasi saat ini perpaduan antara prestasi dan keteladanan.

Sementara itu, Prof. Suyanto dalam sambutannya yang disampaikan dalam komunikasi yang cukup segar, menyampaikan bahwa pendidikan di Indonesia saat ini belum optimal. Contoh sederhana yang diberikan, pembelajaran di sekolah belum membiasakan kepada siswa untuk berani bertanya ataupun menjawab. Menurutnya, seorang guru harus dapat mendidik budaya yang baik bagi siswanya, menyebarkan virus keberanian agar siswa berani berbicara, menumbuhkan keingintahuan, dan mendorong siswa untuk berpikir kreatif. Profesor Suyanto membuka secara resmi kegiatan pemilihan Guru Berprestasi dan Berdedikasi dengan menyematkan tanda peserta.

Setelah itu, para peserta mengikuti tes pedagogik dan profesional.

Selasa, 20 Juli 2010

Bontang Juara Umum Pemilihan Guru Berprestasi Kaltim 2010

Gelaran Pemilihan Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas Sekolah Berprestasi Tingkat Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2010 telah berakhir. Kegiatan berlangsung mulai tanggal 14-17 Juli di LPMP Samarinda (pembekalan) dan 18-20 Juli 2010 di Swiss-Belhotel Borneo Internasional Samarinda (kegiatan lomba).

Kegiatan dibuka dan ditutup oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kaltim, Musyahrim. Dalam sambutannya, Musyahrim memberikan apresiasi yang cukup baik kepada seluruh peserta dan akan melibatkan para finalis dalam berbagai kegiatan yang diadakan Dinas Pendidikan Kaltim. Selain hadiah berupa uang tabungan, para finalis juga akan diajak studi banding ke sekolah-sekolah favorit di Jawa.

Nanang Rijono, selaku ketua dewan juri, sebelum mengumumkan para juara, memberikan banyak masukan untuk perbaikan, baik bagi yang belum berhasil maupun yang akan mewakili Kaltim ke tingkat nasional.

Dalam even ini, Bontang layak berbangga karena menjadi yang terbaik, terutama dalam pemilihan guru berprestasi, tiga dari empat kategori, yaitu guru SD, SMP, SMA berhasil menjadi juara 1, sedangkan TK juara 3. Selengkapnya hasil lomba adalah sebagai berikut.

Juara Guru Berprestasi
TK: Juara 1 Kab. Kutai Timur/Kutim, 2 Kab. Kutai Kertanegara/Kukar, 3 Kota Bontang (Setyorini-TK Yabis), Harapan 1 Kota Balikpapan, Harapan 2 Kota Samarinda.
SD: Juara 1 Bontang (Sarbowi-SD 001 Bontang Selatan), 2 Samarinda, 3 Kutim, harapan 1-3 masing-masing Paser, Berau, Malinau.
SMP: Juara 1 Bontang (Abdul Hakim-SMP Yayasan Pupuk Kaltim), 2 Samarinda, 3 Balikpapan, Harapan 1-3 masing-masing Kutim, Malinau, Kukar.
SMA: Juara 1 Bontang (Ismuji-SMA Yayasan Pupuk Kaltim), 2 Samarinda, 3 Kukar, Harapan 1-3 masing-masing Balikpapan, Kutim, dan Kutai Barat/Kubar.

Juara Kepala Sekolah Berprestasi
TK: Juara 1 Samarinda, 2 Balikpapan, 3 Kubar, Harapan Kukar.
SD: Juara 1 Balikpapan, 2 Kutim, 3 Tarakan, Harapan 1-3 Samarinda, Bontang (Muhammad-SD 006 Bontang Selatan), dan Malinau.
SMP: Juara 1 Balikpapan, 2 Bontang (Sukisna-SMP YPVDP), 3 Kukar, Harapan 1-3 Kutim, Tarakan, Malinau.
SMA/SMK: Juara 1 Kutim (Idham Chalid-SMAN 1 Sangatta Utara), 2 Balikpapan, 3 Bontang (Miftachul Choir-SMAN 3), Harapan 1-2 Kubar dan paser.

Juara Pengawas Sekolah Berprestasi
TK/SD/SLB: Juara 1 Kukar, 2 Balikpapan, 3 Paser, Harapan 1-2 Samarinda dan Kubar.
SMP/MTs: Juara 1 Balikpapan dan 2 Kukar.
SMA/SMK: Juara 1 Samarinda, 2 Balikpapan, 3 Kukar, Harapan 1-2 Kubar dan Bontang (Jalaluddin).
Juara Gabungan SMP/SMA yang akan mewakili ke nasional adalah Samarinda.

Para juara 1 yang berjumlah sembilan orang (4 guru, 4 kepala sekolah, dan 1pengawas) akan maju ke tingkat nasional pada 12-18 Agustus 2010 di Hotel Sahid Jakarta. Selain lomba, pada tanggal 17 Agustus akan mengikuti Upacara Peringatan Hari Kemerdakaan (detik-Detik Proklamasi) di Istana.

Selamat, semoga suksse di tingkat nasional. Amin!

Berita terkait:
http://edukasi.kompas.com/read/2010/07/19/20014029/Siapa.Berprestasi..Rp.200.Juta.Menanti.

Kamis, 15 Juli 2010

Pembekalan Guru, Kepsek, Pengawas Sekolah Berprestasi Tingkat Kaltim Tahun 2010

Sebanyak sepuluh kabupaten/kota se-Kaltim mengirimkan delegasinya dalam ajang Pemilihan Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas Sekolah Berprestasi Tahun 2010 yang diselenggarakan Dinas Provinsi Kaltim di Samarinda.Rangkaian kegiatan dimulai sejak 14 s.d. 20 Juli 2010.

Sebelum lomba dilaksanakan, para peserta terlebih dahulu diberi pembekalan di Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP)Provinsi Kalimantan Timur pada 14 s.d. 18 Juli 2010. Kegiatan dibuka langsung Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kaltim, Musyahrim, didampingi Ketua LPMP, Bambang Utoyo.

Dalam sambutannya, Musyahrim berharap para peserta akan menjadi penggerak pendidikan di masing-masing kabupaten/kota. Menurutnya, kegiatan ini sangat penting karena dapat meningkatkan prestasi para pendidik dan sebagai upaya/bentuk penghargaan kepada para pendidik. Namun demikian, Musyahrim menyayangkan empat kabupaten/kota yang tidak berperan serta mengirimkan delegasinya dalam even ini, yakni PPU, Bulungan, Tanah Tidung, dan Nunukan.

Setelah pembekalan, pada 18 s.d. 20 Juli, para peserta akan mengikuti seleksi di Swissbelt Hotel Borneo Internasional Samarinda.

Bontang Mengirimkan Delapan Peserta


Kota Bontang, meskipun tidak lengkap, mengirimkan delapan peserta yang merupakan juara 1 di tingkat Bontang, yakni Setyorini (Guru TK Yabis), Sarbowo (Guru SD 001 Bontang Selatan), Abdul Hakim (Guru SMP Yayasan Pupuk Kaltim), Ismuji (Guru SMA Yayasan Pupuk Kaltim), Muhammad (Kepsek SD 06 Bontang Selatan), Sukisna (Kepsek SMP YPVDP), Miftachul Choir (Kepsek SMAN 3), dan Jalaluddin (Pengawas SMA). Tahun ini Bontang absen tidak mengirmkan kepala sekolah TK, pengawas SMP, dan pengawas TK/SD.

Selamat berlomba, semoga sukses!

Jumat, 04 September 2009

Duh..... Lama Banget Off Nulis

Menulis dan membaca adalah virus. Virus kategori khusus, sangat baik dan positif. Kalau sedang asyik, maka kita bisa membaca dan menulis secara kontinue. Sebaliknya, jika sudah terlanjur tidak melakukannya dalam waktu yang lama, waduh.... jadi nggak produktif, jadi susah memulainya kembali... Seperti yang menimpa diriku ini...

"Semangatttttttttttttt.....!!"

Sabtu, 09 Mei 2009

Bontang Juara Umum 2 FLS2N SMP/MTs se-Kaltim


Kontingen Bontang berhasil menjadi juara umum kedua pada Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional tingkat Provinsi kaltim 2009. Medali yang berhasil dibawa pulang oleh para siswa berjumlah 8 medali, yakni 3 emas, 4 perak, dan 1 perunggu. Emas diraih oleh Warih Aji Pamungkas (SMP Yayayasan Pupuk Kaltim/YPK), Vokal Group (SMP Yayasan Vidya Dahana Patra-YPVDP), dan MTQ (SMPN 6 Terpadu). Perak diraih dari cabang lukis (Adinda-SMP YPK), Sari Tilawah (SMPN 2), Cipta Lagu (Karina Imas-SMP YPK), dan Tari (SMP YPVDP). Sedangkan, perunggu disumbangkan oleh Arin pada cabang solo vokal (SMP YPVDP). Acara dtersebut iselenggrakan di Kompleks Stadion Sempaja Samarinda, 4 s.d. 7 Mei 2009. Prestasi tersebut hanya berbeda 1 emas dengan juara umum, Samarinda.


Vokal Group dan MTQ akan mengikuti seleksi nasional di Yogyakarta pada tangal 1 s.d. 5 Juni 2009. Sedangkan cipta/baca puisi (Warih Aji Pamungkas) yang dilatih dan didampingi oleh Abdul Hakim (diriku, wekekek...) akan mengikuti seleksi nasional di Istana Cikeas Bogor pada Agustus mendatang. Semoga sukses. Amin.

Klub Bela Diri KK PKT Gelar Latihan-Olahraga Bersama


Kalau di daerah lain banyak terjadi gesekan antarklub bela diri, yang ujung-ujungnya terjadi pertikaian, lain lagi yang terjadi di lingkungan PKT. Sebelas klub bela diri dengan rata-rata anggotanya di atas seratus orang tergabung dalam Klub Bela Diri yang dikoordinir oleh Korps Karyawan PT Pupuk Kaltim (KK-PKT) Bontang. Meski di lingkungan PKT, bukan berarti para anggota klub tersebut eklusif dari PKT, tetapi terbuka untuk semua masyarakat yang bergabung.


Dalam acara Bincang Kita PKTV semalam (Jumat, 8 Mei 2009 pukul 19.30-20.30) yang saya pandu, M. Sahubari, Ketua Pelaksana dari KK PKT mengatakan bahwa pada Minggu, 10 Mei 2008 akan diadakan latihan/olahraga bersama di GOR PT PKT. Acara akan diawali dengan jalan sehat, setelah itu diadakan penampilan/atraksi setiap klub. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk memupuk persaudaraan dan kebersamaan antarklub.


Dalam bincang-bincang semalam juga hadiri 9 wakil dari masing-masing klub, yakni Bonamin (PSHT), Agus Susanto (Kempo), Joko Priono (Tapak Suci), Ahmad Sofyan (Persinas ASAD), Kang Lijer (Tarung Drajat), Imam Juhari (Perisai Diri), Nursodo (Kyokushinkai), Bagyo Priyono (Inkai), dan Sudarno (Cempaka Putih).


Semua yang hadiri sepakat bahwa even seperti ini sangat perlu karena selain dapat menjalin silaturrahmi antarklub, juga dapat meningkatkan motivasi anggota untuk giat berlatih kembali.


Panitia mengundang masyarakat umum yang ingin menyaksikan acara tersebut untuk hadir di GOR PKT sekitar pukul 08.30. Yang berminat bergabung akan berkesempatan melihat secara langsung karakteristik masing-masing klub.

Jumat, 10 April 2009

Pas Pemilu 2009 di Bontang


Pagi-pagi buru-buru mengantri untuk mencontreng di TPS karena pas jam 9-11 harus siaran live di PKTV. Ya, biasa, melaporkan peristiwa-peristiwa yang terjadi seputar pencontrengan di wilayah Bontang.

Untungnya, ada tamu yang diundang untuk diwawancarai, yaitu Bapak saleh Doman dari D Foxx Bontang dan Harman Thamrin (praktisi hukum dan mantan anggota KPU). Jadi, sambil menunggu laporan dari para rekan reporter, kami mengobrol soal pemilu: siapa yang bakal unggul, tentang caleg busuk, pemilih busuk, golput, dll. Ya, lumayan seru perbincangan kami.

Intinya:
Pertama, siapa pun yang terpilih merupakan represntasi dari masyarakat pemilih. Kalau misalnya ada caleg bagus tetapi tidak terpilih, sebaliknya yang terpilih malah yang biasa-biasa saja (untuk tidak mengatakan "di bawah standar"), maka ya begitulah potret masyarakat kita. Kemampuan mereka memilah dan memilih adalah cermin yang secara tidak langsung yang dapat kita lihat dari sang pemilih.

Kedua,berdasarkan pengalaman simulasi yang diadakan di berbagai daerah (dalam jumlah yang relatif kecil, maklum KPU-nya jumlahnya terbatas), terbukti bahwa banyak suara yang tidak sah karena sang pencontreng tidak seratus persen memahami mekanismenya. Akibatnya, banyak asumsi pada pemilu kali ini pun akan banyak suara yang tidak sah. terlebih, masih banyak masyarakat kita yang buta baca-tulis.

Ketiga, golput masih berjaya (kok....?). Diprediksi akan berada pada kisaran 30 s.d. 40%. Tentu banyak alasan yang melatarbelakangi, dari yang logis sampai yang latah tak jelas. Misalnya, seseorang tidak mau memilih karena beralasan: memilih atau tidak toh sama saja, tidak ada yang signifikan berubah; bingung karena terlalu banyak caleg (capek deh... banyak pilihan bingung, sedikit pilihan katanya kok pilihannya cuma itu, maunya gimana ya..??); ada juga yang malas-malasan tanpa alasan; malah banyak juga yang memanfaatkan hari rakyat tersebut sebagai hari berlibur. Jadinya, menu utamanya berlibur. Nyontreng menjadi nggak penting. Apalagi, kali ini sampai empat hari liburnya.. Berasa asyik buat berlibur, baik dalam kota maupun keluar kota, bahkan keluar provinsi. Tentu, alasan-alasan lainnya masih banyak.

Keempat, sosialisasi tentang pencontrengan menjadi lebih baik karena para caleg. Jadi, KPU layak berterima kasih kepada mereka. Para caleg ketika sedang turun ke masyarakat untuk menggalang dukungan rata-rata juga menyimulasikan cara menyontreng.

Kelima, masih banyak masyarakat pemilih memilih karena diberi sesuatu oleh para caleg, terutama pemberian berupa barang-barang (souvenir--serupa payung, kain, kaos, sarung, sembako, dll.). Tentang politik uang, meski tidak terekspos, pastinya masih menjadi tradisi yang jitu buat para caleg.

Dan............, masih bnayak lagi.....

Kamis, 09 April 2009

DPD KNPI Bontang: Talkshow Pemuda Menuju Parlemen




"Beri kesempatan kepada pemuda untuk melayani masyarakat", begitulah bunyi jargon yang terpampang besar di backdrop Talkshow Pemuda Menuju Parlemen yang digagas oleh DPD KNPI Kota Bontang dengan didukung Tribun Kaltim dan PKTV (Publik Katulistiwa Televisi). Acara tersebut diselenggarakan di Auditorium Pemkot Bontang pada Sabtu, 4 April 2008, lima hari sebelum pencontrengan.

Talkshow yang dibagi dalam dua sesi tersebut, yaitu pukul 09.00-12.15 dan 13.00-16.00, berlangsung meriah. Walikota Bontang, dr.H. Sofyan Hasdam, S.Ps. memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi acara tersebut. Tampak juga dalam deretan tamu undangan di antaranya Sekda Kota Bontang, Ir. H. Adi Darma, Asisten I Drs. H. Abd. Muis P., dll.

Elemen masyarakat yang hadir adalah para caleg muda dari berbagai parpol, partisan, masyarakat umu, dan para pelajar SMA usia pemilih.

Saya merasa excited sekali karena diberi kesempatan menjadi host/presenter dalam even tersebut. Maklumlah, ini acara pertama yang saya pandu setelah setahun kemarin saya terpaksa break dari aktivitas ini karena harus meninggalkan Bontang. Meski capek karena harus berdiri berjam-jam, tetapi terbayar karena acara berlangsung lancar, bahkan beberapa komentar positif langsung disampaikan audiens ke saya pasca-acara. Alhamdulillah...

Banyak hal menarik yang sempat saya catat dari dialog yang dihadiri caleg-caleg muda yang berjumlah 20 orang mewakili partai masing-masing. Ada beberapa partai yang tidak menghadirkan caleg muda mereka dengan berbagai alasan. Mulai dari kepadatan jadwal sampai pada kesimpulan panitia bahwa mereka tidak punya kesiapan yang mapan untuk tampil dan berdialog langsung dengan para panelis dan audiens yang hadir. Oh ya, mestinya ada empat panelis, tetapi salah satunya berhalangan hadir, yakni dari Tribun Kaltim-Samarinda. Tiga yang hadir adalah Saleh Doman (pemerhati politik - D Foxx), Harman Thamrin (DPD KNPI-praktisi hukum-mantan anggota KPU), dan Andi (Lembaga Survei Kaltim).

Beberapa hal di antara sekian banyak yang saya catat, antara lain:
1. Kemampuan mereka cenderung seragam, standar. Hal tersebut tampak dari cara dan konten jawaban mereka. Hanya beberapa dari mereka yang agak mapan secara emosional dan kemampuan.
2. Rata-rata mereka tidak menggunakan waktu secara efektif. Mereka tidak menggunakan waktu 3 menit untuk menyampaikan visi-misi dan fakta integritas (jaminan mutu saat nanti menduduki kursi DPR) dengan baik. Pembicaraan mereka masih bertbunga-bunga, istilah yang saya gunakan untuk menggantikan kata "mbulet". Hal yang sama juga terjadi saat mereka menjawab pertanyaan panelis. mereka tidak menjawab secara taktis, padahal waktu yang disediakan maksimal 3 menit.
3. Dari 20 caleg, hanya satu caleg (yaitu caleg DPD RI, Abriyanto Amin) yang menggagas tentang lingkungan sebagai salah satu hal yang diperjuangkan.

Akan tetapi, dengan segala kekurangan para caleg muda tersebut, saya tetap mengapresiasi, sebab mereka telah berani mencalonkan atau dicalonkan

Sabtu, 07 Maret 2009

Bontang PKT Vs Persela Berakhir 0-0

Meski Bontang PKT berharap besar akan memetik kemenangan dalam pertandingan di kandang sendiri semalam, Sabtu, 7 Maret 2009, ternyata sampai menit terakhir tak satu pun membobol gawang Laskar Joko tingkir, yaitu Persela. Padahal, banyak peluang bagi anak-anak asuhan Fachri Husaini itu untuk menjebol gawang lawan. Akan tetapi, pertahanan Persela begitu kuat untuk dipatahkan.

Permainan tim berjuluk Laskar Khatulistiwa tesebut mengecewakan para suporter yang membanjiri lapangan Mulawarman Bontang. Sebab, permainan mereka terbilang tidak bagitu bagus. Selain itu,secara umum, pertandingan semalam tidak begitu elegan. Banyak waktu terbuang, pertandingan terputus-putus oleh tindakan-tindakan kurang sportif, yaitu saling menjegal yang mengakibatkan pelanggaran secara berulang-ulang.

Seperti terdahulu, laga kali ini pun dibanjiri para LA Mania. Nuansa biru tampak dari ribuan suporter yang berbaur dari wilayah Kaltim, terutama Bontang, Sangatta, Samarinda,dan Balikpapan.

Langkah Bontang PKT semakin berat karena pada lanjutan Djarum Indonesia Super League (DISL) minggu depan, yakni pada 15 Maret 2009, akan tour maut ke Papua.

Ayo tetap semangat Bontang PKT!

Sabtu, 29 November 2008

Novel Maryamah Karpov Karya Keempat Andrea Hirata Telah Terbit dan Launching Hari ini, Yess!


Pagi ini, ketika baca koran KR (Kedaulatan Rakyat), mataku tertuju pada sebuah iklan kecil di pojok kiri bawah pada halaman depan: Novel terakhir tetralogi Laskar Pelangi karya Andrea Hirata sejak hari ini di Toko Buku Diskon "Togamas" Jl. afandi Yogya atau di Galleria Mall. Yess, seneng banget, soalnya sudah lama banget ditunggu-tunggu. Akhirnya...!

Sehabis mandi pagi aku langsung meluncur. Dan, kumelihat setumpuk (dalam jumlah besar, banyak...)Maryamah Kaprov pintu masuk. Dan, kulihat rata2 yang masuk, tujuan utamanya adalah mencari buku tersebut. Datang, liat, lalu comot satu, seperti yang akau lakukan. Gila, jarang2 banget, orang nunggu launchingnya buku kayak gini... Kalo di luar negeri seh biasa..., tapi di Indonesia, buku karya anak bangsa lagi? Ck..ck..ck.. hebbat!

Sekarang aku baru baca, jadi belum bisa buat resensi atau komentar. Tapi, sekadar info tentang buku ini, antara lain:

1. Tetep dong diterbitkan oleh bentang Pustaka Yogyakarta.
2. Cetakan pertama, November 2008 *Dah jelas*, digeber tanggal 29 November.
3. Tebal buku, lumayan....: xii + 504 hlm / 20,5 cm.
4. Buku ini dipersembahkan Andrea buat dua keponakan tersayangnya, yaitu Dendi Isron
Seman dan Alvin Herman seman.
5. buku ini terdiri dari73 bagian, yang diistilahkan Ikal sebagai Mozaik.
6. Didistribusikan oleh Mizan Media Utama (MMU).
7. Untuk informasi, klik di:
www.sastrabelitong..multiply.com
www.renjanaorganizer.multiply.com
Sedangkan, untuk foto-foto Andrea di: www.blueorangeimages.com
8. Oh ya, judul lengkapnya:
Mimpi-mimpi Lintang MARYAMAH KARPOV.
9. Harga bandrolnya RP 79.000,00. Di Togamas, tempat diskon buku, diskonnya 20%,
jadi tinggal bayar 63.200,00. Soal diskon pasti berbeda-beda, bahkan untuk toko2
buku yang besar biasanya tanpa diskon.

Itu sedikit infonya. Saya mo nerusin baca dulu... Udah penasaran banget.

Jumat, 07 November 2008

UGM Diamuk Puting Beliung






Kemarin, 7 November 2008, tepatnya sehabis Jumatan, suasana Yogya agak diliputi mendung. Pukul 14.00 lewat tiba-tiba angin berhembus kencang. Dedaunan di depan Jogja Chicken tempat kami makan siang berjatuahan, tepatnya berhamburan. Pas pulang, di daerah Deresan (deket Kanisius) debu beterbangan. Yus, temen kos yang lagi jalan bareng bilang, "Angin jelek neh...". "Hus....!" kataku. "Nggak ada angin jelek," sergahku. Tiba-tiba hujan deras, lama lagi. Lampu pun mati.

Dan, kami tahu kalau ada serangan puting beliung mengamuk Yogya justru dari orang-orang yang tinggal di luar Yogya via telepon. Mereka menyaksikan di televisi. Waduh, kaget juga.

Dan, kami pun menyaksikan langsung tempat kejadian. Dan, nggak nyangka, meski bukan kategori sangat parah, tapi cukup lumayan keadaannya. Pepohonan di boulevard dan sekitarnya tumbang, berantakan. Beberapa gedung tampak rusak. Salah satu pohon beringin besar di lapangan depan Graha Shaba pun tak tak kuat menahan beban.

Rabu, 05 November 2008

Barack Obama: Akhirnya Menjadi Presiden Berkulit Hitam Pertama Amerika



Akhirnya, Barry alias Barack Obama mewujudkan impian setelah dinyatakan menang atas rivalnya, yaitu McCain dalam memperebutkan kursi nomor 1 Amerika Serikat. Kemenangan tersebut sudah menjadi harapan umum, tidak hanya di Amerika, tetapi dunia. Umumnya, masyarakat Indonesia juga berharap hal serupa mengingat ada keterikatan 'sejarah' karena Barry pernah tinggal di Jakarta sekitar 4-5 tahun.

Dalam beberapa waktu terakhir, jajak pendapat yang dilakukan di Amerika memang selalu menempatkan Obama setingkat lebih unggul dibanding McCain. Dan, hasil survei tersebut ternyata menjadi kenyataan.

Mungkin agak berlebihan, tetapi cukup jika kemenangan Obama sebagai presiden ke-44 AS dianggap sebagai kemenangan dunia, mengingat: (1) Obama menjawab keraguan Amerika bahwa seorang kulit hitam pun mampu menjadi pemimpin bagi mayoritas orang berkulit putih yang umumnya cenderung rasis, (2) meskipun lebih pendek pengalamannya dibanding McCain, tetapi Obama dinilai lebih 'internasional' atau 'mendunia', paling tidak Obama mewakili tiga benua, yaitu Amerika (ibunya), Afrika (bapaknya asli Kenya), dan Asia (karena pernah tinggal di Indonesia--Jakarta--, ayah tirinya Lolo Soetoro asli Jatim, punya adik tiri keturunan Indonesia, yaitu maya Soetoro).

Seperti slogannnya 'menuju perubahan', Obama diharapkan lebih mampu dibandingkan McCain (penerus Bush) untuk berbicara dan bertindak yang lebih 'ramah dan arif' dengan dunia internasional. Tidak selalu mengedepankan 'perang' atau 'invansi' yang sangat menghancurkan sekaligus rentan konflik, tidak hanya bagi negara yang diinvansi, tetapi juga bagi Amerika sendiri, mengingat banyak tentara yang dikirim menjadi korban perang, baik cacat maupun meninggal.

Dunia berharap, termasuk Indonesia, kebijakan-kebijakan Obama akan membawa perubahan positif bagi dunia. Banyak prediksi dan spekulasi tentang segala sesuatu yang akan menjadi kiprah Obama, baik yang cenderung berharap/percaya maupun yang masih meragukan mengingat banyak orang di sekeliling Obama yang turut menjadi penentu semua kebijakan atau keputusan langkah-langkah obama.

sekali lagi semoga kemenangan Obama membawa angin segar dan dapat mengubah wajah dunia lebih berprikemanusian, bukan perang dan perang.

Kamis, 21 Februari 2008

Penerima Beasiswa Pendidikan Profesi Tahun 2007 Sudah Mulai Kuliah



Kesempatan buat guru-guru berprestasi untuk menerima wawasan baru di kampus akhirnya terlaksana. Ada beberapa PTN yang ditunjuk melaksanakan kegiatan tersebut. Yang saya ketahui, misalnya, di Universitas Mataram untuk guru Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris di Univ Singaraja Bali, Iniversitas Negeri Malang (UM) untuk IPA, Universitas Negeri Yogyakarta untuk Bahasa Indonesia dan BK, PPKN di Universitas Padang, dll.
Perkuliahan ada yang dimulai awal Januari 2008, ada juga yang Pebruari 2008. Semoga sukses....

Selasa, 15 Januari 2008

Kreativitas Guru dalam Pembelajaran

Beberapa hari yang lalu saya mendapat kiriman dua eksemplar buku dari Depdiknas, Dirjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Direktoran Profesi Pendidik.
Ternyata buku tersebut merupakan bunga rampai hasil karya Lomba Keberhasilan Guru (LKG) dalam Pembelajaran Tingkat Nasional tahun 2006 untuk satuan pendidikan TK, SD, dan SMP. Untuk karya satuan pendidikan SMA, SMK, dan PLB termuat dalam bunga rampai tersendiri. Sebenarnya, buku tersebut sudah terbit pertengahan tahun 2007 (cetakan kesatunya pada Juni 2007), tapi baru didistribusikan dan sampai kepada kami awal 2008. Buku tersebut berjudul Kreativias Guru dalam Pembelajaran: Karya Lomba Keberhasilan Guru dalam Pembelajaran Tingkat Nasional Tahun 2006 untuk Satuan Pendidikan TK, SD, dan SMP.

Tahun 2006, LKG diikuti oleh 1.481 guru. Berdasarkan hasil seleksi administratif dan subtantif, terpilih 120 karya finalis. Setelah dilakukan penilaian terhadap finalis meliputi tiga aspek, yaitu orisinalitas, kreativitas, dan inovasi yang dihasilkan, dan kebermanfaatan yang tinggi terhadap peningkatan kualitas pembelajaran, ditetapkan 24 guru sebagai pemenang lomba. Hasil karya para pemenag inilah yang kemudian disusun menjadi artikel ilmiah (semula karya ilmiah minimal 20 halaman) untuk keperluan publikasi dalam bentuk bunga rampai.

Alhamdulillah, salah satu tulisan yang ada dalam buku tersebut adalah karya saya yang berjudul “Pemanfaatan Iklan Televisi sebagai Media Pembelajaran Menulis Kreatif Puisi Siswa Kelas IX SMP Yayasan Pupuk Kaltim Bontang”. Tentang isi buku tersebut, nanti akan saya buatkan tulisan tersendiri dalam bentuk resensi.

Sabtu, 12 Januari 2008

Peringatan 1 Muharram Bersama Meidiana Hutomo & Ustadzah Sri Endang

Gegap gempita tahun baru Hijriah mestinya tak kalah seru dengan penyambutan tahun baru Masehi atau Imlek. Terlebih, mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam. Alhamdulillah, beberapa tahun terakhir penyambutan tahun baru Hijriah semakin meriah dan marak. Mulai dari kegiatan pawai taaruf, renungan, pengajian, talkshow, dan lain-lain. Sebagai muslim, kita harus dapat mengambil hikmah dari tahun baru Hijriah.

Dalam rangka tahun baru 1429 H, SMP Yayasan Pupuk Kaltim berkat kerjasama dengan Majlis Taklim Muslimah Baiturrahman menyelenggarakan kegiatan talkshow. Acara yang digelar pada Sabtu, 12 Januari 2008, mulai pukul 18.00-21.30 itu berlangsung meriah. Diawali dengan sholat maghrib berjamaah, asmaul khusna, tampilan lagu-lagu Islami dari para juara nasyid, acara ditutup dengan talkshow bersama Ustadzah Sri Endang dan artis Meidiana Hutomo. Masalah moral dan spirit remaja agar dapat berbuat dan berkarya terbaik diusung dalam kegiatan tersebut. Setelah tanya jawab dan foto bersama, acara yang dipandu Rina Syarifah, Trully Tisna, dan saya (Abdul Hakim), ditutup.

Oh ya, tentang artis Meidiana Hutomo, anak saya menjadi bersemangat ingin bertemu. Pasalnya, mamanya sering nonton sinetron Cinta Fitri. Anakku suka ikut-ikutan menontonnya. Kebetulan alur ceritanya bagus, bahkan pernah mendapat pujian secara khusus dari Bapak Habibie dan Ibu Ainun. Dalam sinetron tersebut, Meidiana berperan sebagai Bulek Fitri. Tentu, anak saya sangat familiar karena sering menontonnya. Makanya, sewaktu saya beri tahu bahwa dia akan datang, anak saya langsung bertanya, "Fitri ikut nggak?" Menjelang akhir acara, dia duduk manis dekat panggung karena saya bilang nanti kalau sudah selesai bakal foto bersama sama Bulek Fitri.

Acara tesebut sukses berkat kerja yang kompak dari pengurus OSIS SMP YPK periode 2007-2008. Ucapan terima kasih disampaikan kepada Majlis Taklim Muslimah Baiturrahman, Ustadzah Sri Endang, Mbak Meidiana Hutomo, Komite SMP YPK, YPK, serta manajemen PT Pupuk Kaltim.

Semoga sprit 1 Muharram dapat mengantar kita untuk lebih baik lagi dalam beribadah, belajar, dan berkarya, amin!

Kamis, 03 Januari 2008

Seharusnya....

Tepat tanggal 27 Desember 2007, aku menerima surat dari Universitas Mataram Nusa Tenggara Barat. Agak kaget juga. Sebab, seingatku, rasanya tidak pernah ada sesuatu yang membuatku dapat menerima surat dari universitas tersebut. Memang sih, bukan berarti tidak punya sejarah sama sekali dengannya, tapi tidak untuk saat ini.
Dulu, dulu sekali, sewaktu masih mahasiswa, tepatnya tahun 1994-an, memang saya pernah menjadi ketua studi banding mahasiswa IKIP Malang (universitas Negeri Malang) ke sana. Oleh karenanya, saya pernah berkunjung ke sana dua kali. Dan, sebelumnya tentu ada proses yang mekanismenya menggunakan surat.
Tapi... untuk saat ini? Ada apa? Sesaat itulah pikirku sebelum kemudian mengetahui isinya.
Ternyata, panggilan beasiswa pendidikan profesi selama setahun di kampus tersebut. Waduh, mimpi aja tidak. Jauh banget!
Panggilan tersebut merupakan jawaban dari aplikasi/formulir pendaftaran/seleksi penerimaan beasiswa pendidikan profesi bagi guru tahun 2008 yang telah saya kirim pada November 2007 ke Jakarta. Beasiswa tersebut diberikan kepada guru-guru berprestasi, baik prestasi tingkat daerah, terutama yang berskala nasional. Saya tidak menyangka, ternyata saya ditempatkan di sana. Sebelumnya, saya berharap bisa mengikuti program tersebut paling tidak di Malang, Surabaya, atau Jogja. Kebayangnya sih...bisa kuliah di Jakarta, tentu akan lebih sempurna. Sebab, saya punya rencana lain yang harus dikerjakan jika beasiswa tersebut di Jakarta. Ternyata...! Waduh, dua teman saya, 1 dari Balikpapan dan 1 dari Pasir, sama-sama kaget saat kutelepon. Apalagi ternyata, sayalah yang menerima surat duluan.
Ternyata pula (banyak ternyatanya neh...), karena ini proyek, tentu sudah ditentukan segala sesuatunya. Penerima beasiswa dari Kaltim, Kalsel, Jawa Timur, Bali, dan NTB, misalnya, dikonsentrasikan di Bali dan Lombok Mataram.
Andai bisa, mau nego agar bisa dipindah ke wilayah Jateng atau Jakarta. Tapi, serba keburu-buru. Kuliah perdana kini telah dimulai. Kami sudah konfirmasi, nggak masalah terlambat. Tapi..., ternyata sampai hari ini kami belum yakin juga.
Ngebayangin, Bontang-Balikpapan, Balikpapan-Surabaya, Surabaya-Bali, Bali-Lombok....
Meski di sisi lainnya, Lombok yang serupa Bali nan eksotis banget itu, juga membuatku ingin dan ingin lagi kesana. Tapi, ternyata, banyak pertimbangan sebelum aku ke sana. Mungkinkah ini peristiwa serupa ketiga yang bakal terulang kembali? (?????/ Tar kutulis sendiri di bagian lain...)
Andai masih ada alternatif......?????

Rabu, 03 Oktober 2007

Dua Guru YPK: Abdul Hakim dan Ratna Raih Juara LKG Nasional

Ini juga berita lama, tahun 2006, kelanjutan berita sebelumnya yang saya ambil dari Kaltim Post. Sekali lagi sebagai pengingat dan motivator buatku untuk coba terus berprestasi. terus dan terus. Amiin!

Sabtu, 2 Desember 2006

BONTANG- Dua guru asal Yayasan Pupuk Kaltim (YPK) Bontang yakni Ratna Harwiyati dan Abdul Hakim, mengukir prestasi nasional, khususnya pada Lomba Keberhasilan Guru Pembelajaran Tingkat Nasional (LKG-PTN) yang digelar Depdiknas di Hotel Raddin Jakarta, 21-26 November 2006 lalu. Sebelumnya, untuk dapat menjadi 120 finalis yang dipanggil ke Jakarta, keduanya harus bersaing dengan 1420 peserta dari seluruh Indonesia.

Ratna, guru SD YPK 2 merebut juara III kategori SD, sementara Abdul Hakim, guru SMP YPK meraih juara harapan satu. “Bagi kami, semua yang berhasil masuk finalis adalah bagian dari yang terbaik. Tidak hanya pemenang yang mendapatkan hadiah, semua finalis pun mendapat hadiah dari panitia,” ujar Hakim diamini Ratna kepada Kaltim Post, kemarin.

Hal positif lain yang diperolehnya, selama di Jakarta mendapatkan berbagai materi dari Depdiknas, mulai dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), sertifikasi, kebijakan Dirjen PMPTK, dan teknis karya tulis. “Banyak manfaat yang kami peroleh,” imbuhnya.

Pada lomba tersebut, selain Ratna dan Hakim, duta Kaltim lainnya antara lain Dra Herfen Suryati (SMA YPVDP Bontang), Drs Sufyansyah (SDN 027 Balikpapan), Ariyanti SPd (SMPN 1 Balikpapan), dan Drs Surtiyo Utomo, M.Or (SMAN 4 Samarinda). Lomba dibagi 6 kategori yaitu TK (6 finalis), SLB (6 finalis), SD (26 finalis), SMP (47 finalis), SMA (29 finalis), dan SMK (6 finalis).

Hakim juga masuk sebagai finalis Lomba Inovasi Pembelajaran tingkat Nasional di Bogor, 20-26 November 2006. Juara satu lomba serupa tingkat Provinsi Kaltim ini mengaku telah berusaha agar keduanya dapat diikuti dengan baik.

“Sayangnya, setelah selesai presentasi di Bogor, saya tidak bisa standby terus di sana. Saya harus bolak-balik Bogor-Jakarta. Beberapa kali saya absen tidak mengikuti presentasi finalis lainnya. Padahal, panitia membuat aturan, semua peserta hadir saat peserta yang lain presentasi,” ujar guru berprestasi Kota Bontang Tingkat SMP tahun 2006 ini. (ya)

Abdul Hakim SMP YPK: Finalis Lomba Karya Tulis Tingkat Nasional

Sebenarnya ini berita lama, November tahun lalu, 2006. Kumuat di blog ini sebagai pengingat dan motivator bahwa saya pernah berprestasi dan harusnya jangan berhenti. Saya berharap pada tahun 2007 ini, meski tidak banyak, saya dapat meraih prestasi lagi. Berita ini saya download dari Kaltim Post.



Sabtu, 18 November 2006

BONTANG- Guru dan siswa di SMP Yayasan Pupuk Kaltim (YPK) seolah berlomba meraih prestasi. Setelah, 14 Oktober lalu, Queentris, salah seorang siswa dipercaya mewakili Kaltim pada Lomba Pidato Bahasa Inggris tingkat nasional, kini Kepala dan guru bahasa Indonesia SMP YPK, masing-masing Rakim dan Abdul Hakim, juga mengikuti lomba tingkat nasional. Keduanya mewakili Kaltim pada Lomba Inovasi Pembelajaran. Sebelumnya, keduanya bersaing pada lomba serupa mulai tingkat Kota Bontang, dan Kaltim.

Rakim akhirnya juara 1 Lomba Inovasi Peningkatan mutu Pembelajaran dan Manajemen Sekolah, antarkepala SMP se-Kaltim, sementara Abdul Hakim, juara 1 Lomba Inovasi Pembelajaran Bahasa Indonesia. “Kami berangkat bersama rombongan dari Kaltim lainnya mengikuti seleksi tingkat nasional di Bogor,” jelas Hakim kepada Kaltim Post, kemarin. Selain di Lomba Inovasi Pembelajaran, Hakim juga finalis Lomba Keberhasilan Guru (LKG) tingkat nasional yang grandfinal-nya di Jakarta. Karya tulisanya yang lolos seleksi berjudul Pemanfaatan Iklan Televisi sebagai Media Menulis Kreatif Puisi Siswa Kelas 9 SMP Yayasan Pupuk Kaltim.
“Saya sangat bersyukur. Target saya tampil sebaik-baiknya. Masalah menang atau kalah, sudah ada yang mengatur,” ujar juara 1 Guru Berprestasi Tingkat SMP Kota Bontang 2006 ini. Hakim juga peraih Juara Harapan Lomba Desain Kartu dan Ucapan Kartu Hijriah tingkat Nasional garapan Kantor Pos Indonesia. Dia juga presenter PKTV sejak 1999 sampai sekarang, penyiar salah satu radio swasta di Bontang, MC dan moderator berbagai acara.

Hakim juga, Ketua ADWINDO (Asosiasi Duta Wisata Indonesia) Bontang, Tim Desainer Busana Daerah Bontang, instruktur public speaking, hingga mengelola studio seni miliknyanya, Gemilang Studio yang bergerak di bidang Modelling & Broadcasting Course.
Mantan mahasiswa Berprestasi Utama IKIP Malang 1994, (Mapres III Fakultas Bahasa dan Seni/FPBS), tahun 1995 (Mapres I FPBS sekaligus Mapres II IKIP Malang) juga aktif menjadi guru inti di MGMP Kota Bontang. Bahkan, sejak 2002 hingga awal 2006 menjadi instruktur Pelatihan Terintegrasi Berbasis Kompetensi Guru SMP untuk Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Provinsi Kaltim. Di sela kesibukannya, dia masih sempat membina ekstrakurikuler. “Dulu pernah ngajar drama dan membina basket. Karena agak sibuk, jadi tinggal ngajar jurnalistik saja,” ungkap Hakim.

Untuk urusan karya tulis, beberapa siswa bimbingannya jadi juara nasional. Sedangkan untuk urusan seni, beberapa mantan binaannya, baik yang di sekolah maupun di luar sekolah, sebagian telah berkiprah di beberapa kota. Mulai model Cover Boy & Topguest majalah Aneka Yess!, presenter JTV, penyiar radio di Bandung, sampai bermain sinetron. “Berbagai kegiatan ini sangat membantu saya dalam menjalankan tugas sebagai guru di sekolah. Usia boleh jalan terus, tapi pola pikir harus tetap fresh dan dinamis, sedinamis perkembangan siswa,” ujar guru yang juga pernah menjadi juara desain Busana Kerja PT PKT dan juara 1 karya tulis K3 PT Pupuk Kaltim ini. (ya)

Senin, 01 Oktober 2007

Dr. KH. Miftah Faridl: PROSES ADALAH ESENSI KEBERHASILAN


Alhamdulillah, Ramadhan kali ini, kembali saya bertemu dengan hamba-hamba Allah yang cerdas dan bertakwa. Di antaranya, saya berkesempatan bertemu dan ngobrol dari dekat dengan Ustadz Dr. KH. Miftah Faridl dari Bandung. Ulama yang berprofesi sebagai dosen di ITB ini begitu luar biasa. Tidak hanya berkeliling di beberapa wilayah di Indonesia, tetapi juga sering mendapat undangan dari luar negeri. Bahkan, sepulang dari Bontang, esoknya, dia harus pergi ke beberapa wilayah di Amerika untuk berdakwah sampai lebaran nanti.

Saya bertemu beliau saat menjadi pembawa acara pada acara Peringatan Nuzulul Qur'an di Masjid Raya Baiturrahman PT Pupuk Kaltim, Jumat, 29 September 2007, selepas sholat tarawih. Ceramahnya bagus, tapi saya tidak berkesempatan mencatat poin-poinnya. Dua hari setelahnya, saya berkesempatan bertemu lagi, saat menjadi MC/moderator pada acara talk show dan buka bersama PD Muhammadiyah Kota Bontang di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Minggu, 1 Oktober 2007. Alhamdulillah, banyak hal atau ilmu baru yang saya dapat. Bahkan, berkesempatan share saat jelang sholat maghrib dan ketika buka/makan setelah sholat.

Beberapa yang saya catat di antaranya adalah tentang esensi dari sebuah keberhasilan (tentu dengan bahasa saya).

  • Seringkali orang mengukur keberhasilan semata-mata dari hasil/produk akhir. Padahal, sebenarnya esensi dari keberhasilan itu adalah prosesnya. Kalau kita sudah berusaha, sang penentu akhir adalah Yang Mahakuasa. Jadi, jangan putus asa, meskipun secara hasil akhir tidak seperti yang kita harapkan. Yakinlah, proses yang kita lakukan dengan niat ikhlas dan sungguh-sungguh telah memberikan sesuatu yang besar dan bermanfaat buat kita dan lingkungan dimana usaha itu kita lakukan.

  • Dulu, para pedagang Hujarat, Arab umumnya, datang ke Indonesia sebagai pedagang. Luar biasanya, meskipun mereka bukan orang-orang Islam yang handal, tetapi mereka mampu menyiarkan agama Islam ke seluruh wilayah Indonesia dalam waktu yang tidak lama. Mereka mampu karena punya niat ikhlas, kuat, dan dilakukan secara kontinue. Sambil berdagang mereka mampu berdakwah. Dan sebagai bukti, mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam. Bandingkan dengan penjajah Belanda yang selama 350 tahun menjajah Indonesia. Mereka tidak mampu mengubah wajah Islam Indonesia karena mereka datang dengan bahasa dan kultur penjajah. Jadi, apa yang dilakukan oleh para pedagang Arab tersebut dapat kita teladani, yakni niat ikhlas, kuat, dan terus-menerus dilakukan.

  • Kalau dulu para pendakwah yang notabene adalah pedagang berdakwah dengan kemampuan standar, apalagi waktu itu, sebelum datang Islam, masyarakat Indonesia telah menganut berbagai aliran, buadaya, dan agama, maka para pendakwah cenderung lembut, terutama soal kultur. Hasilnya, masih banyak orang Islam yang dalam mengamalkan ajaran agama masih bercampur-campur dengan budaya lokal yang tidak diajarkan--bersifat sinkritis, campur-campur. Dan, ini menjadi PR buat kita sebagi umat Islam saat ini, agar ajaran Islam semakin mendekati yang sebenarnya. Kelak, kita ingin ajaran Islam semakin murni, tidak sinkritis lagi.

  • Kondisi umat Islam yang banyak dengan berbagai problemnya, membuka celah buat orang atau kelompok lain untuk menggoyahkan keyakinan, yaitu melalui pendidikan yang tidak Islami, pelayanan kesehatan, kultural ekonomi (ini yang paling dominan, mengingat banyak orang miskin), dan media massa. Kita jangan hanya melarang umat agar tidak terpengaruh dengan kemudahan-kemudahan yang ditawarkan orang yang ujung-ujungnya menjerumuskan keyakinan, tetapi pelarangan kita harus disertai dengan solusi alternatif. Untuk keempat hal di atas, yaitu pendidikan, kesehatan, kultural ekonomi, dan media massa, umat Islam maupun organisasi Islam di Indonesia harus mampu membuat terobosan yang menjawab problem umat. Jangan terlambat. Sebab, kemiskinan, kebodohan, dan sejenisnya memudahkan orang berpikir dangkal: mengubah keyakinan asal tetap bisa survive.

  • Salah satu langkah yang paling mudah dan dekat dengan kita adalah jaga keluarga, terutama buatlah investasi terbaik, yaitu anak-anak yang terdidik dan sholeh-sholihah. Memang tidak mudah, tetapi bukankah kita harus selalu dan selalu mencoba dengan kontinue? InsyaAllah kita akan selamat dan berhasil, amiin!

Abdul Hakim, S.Pd.

Keterangan foto: Foto bersama selepas makan/buka puasa. Dari kika: Pak Totok, daku, Pak Miftah (berpeci putih).