Tampilkan postingan dengan label Perjalanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perjalanan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Januari 2010

Adventure Rally Photo TNK: Jelajah Asyik Tumbuhkan Cinta TNK








Alkisah....

Minggu, 10 Januari 2010 adalah sebuah hari yang menyenangkan, menegangkan, dan melelahkan. Kami seluruh peserta Adventure Rally Photo Taman Nasional Kutai 2010, seratus peserta lebih, sejak pukul 06.00 telah bersiap dari KantorWalikota Bontang menuju TNK, Sangkimah, Kutai Timur. Hanya sekitar satu jam dua bus Pemkot Bontang membawa peserta dari Sangatta, Samarinda, Tenggarong, dan Bontang tentunya sampai di TNK. Dan, mulai pukul 08.00, petualangan segera dimulai.

Meski ini bukan perjalanan yang pertama, tapi sudah yang ketiga kali, saya tetap excited. Sebab, selain saya telah sangat rindu menghirup aroma tanah, sejuk udara, dan memikmati ddaun hijau di antara batang-batang pohon yang besar menjulang, kali ini ada ada ritual foto-memfoto. Tentu akan menjadi sebuah perjalanan yang berkesan dan menyenangkan.

Mengapa menengangkan? Karena semalam hujan mengguyur Kota Bontang dan sekitarnya, tentu termasuk TNK. Bahkan, sampai kami berangkat pun, rintik gerimis tipis masih menyertai. Tak pelak, saat kami menyusuri lintasan TNK harus ekstra hati-hati karena licin. Kalau tidak hati-hati, pasti tergelincir. Rute perjalanan pun menantang karena terdapat shelter, jembatan gantung, pos ulin raksasa yang berusia ribuan tahun dan merupakan salah satu pohon terbesar di Indonesia, jembatan gantung, sling, air tujuh putri, dan lain-lain. Soal melelahkan, ya itu konsekuensi logis dari sebuah perjalanan. Tak apalah, yang penting senang dan bisa ikut melihat langsung keadaan TNK untuk kemudian mengabarkannya kepada teman-teman facebooker, blogger, maupun masyarakat umum melalui tulisandan foto.


Laskar Cinta Taman Nasional Kutai


Saya cukup appreciated dengan panitia dari Kantor/Balai TNK yang mengadakan even untukpara fotografer ini. Buat saya, ini sebuah upaya positif yang murah, mudah, tetapi berefek sangat global. Sebab, panitia mengharuskan para peserta untuk update status saat rally dilaksanakan, upload foto, dan menulis blog. Selain itu, pemberian nama Laskar Cinta TNK pada peserta yang tertulis besar-besar di kaos pesertajuga sebuah ide kreatif. Salut deh!




Menyusuri TNK yang Eksotis

Buat Anda yang pernah menjelajah TNK, pasti sepakat bahwa TNK adalah sebuah tempat petualangan yang indah dan eksotis. Berbagai macam flora dan fauna ada di taman seluas seluas 198.629 ha ini. Tumbuhan yang di antaranya meranti (shorea sp.), benuang (octomeles sumatrana), kapur (dryobalanops sp.), ulin (eusideroxylon zwageri), bakau (rhizophora sp.), tancang (bruguiera sp.), cemara laut (casuarina equisetifolia), simpur (dillenia sp.), raflesia, anggrek, dll. Keanekaragaman satwa juga menjadi ciri khas TNK. Dari sekian banyak satwa, yang paling dikenal oleh masyarakat dan kalau datang ke TNK ingin melihatnya adalah orangutan dan burung enggang.

Sayangnya, kita tak mesti berjumpa kalau kesana. Beruntung, meski di puncak pohon yang cukup tinggi, pada saat rally kemarin saya dan beberapa peserta rally dapat menjumpai orang utan, meski teramat sulit untuk mengabadikannya. Tapi, tak palah, yang penting saya masih melihatnya. Kesimpulannya, meski sangat langka, mereka masih ada di TNK.

Tentang berbagai flora dan fauna tadi, sepanjang perjalanan terasa sangat menyenangkan karena kami dapat melihat kehidupan alam TNK dengan sangat dekat dan akrab. Dan, proses pengambilan gambar/foto pun tinggal pilih, mau berbagai jenis serangga, pepohonan, atau berbagai bunga yang tak kita jumpai di lingkungan sekitar, di TNK tinggal jepret, jepret, dan jepret…! Semuanya tampak indah!

Dilarang Membuang Sampah Pabrik

Tulisan itu ada dan berdiri tegak di beberapa sudut jalan yang kami lewati. Sebuah pengingat yang sangat wajar. Mengingat, sampah pabrik serupa plastik dan sejenisnya tentu sangat tidak bersahabat dengan alam. Akan tetapi, sepanjang perjalanan masih juga saya jumpai sampah berserakan, yang paling banyak adalah kemasan air mineral,soft drink, makanan ringan. Bahkan, ada sepatu yang jebol begitu saja ditinggalkan di jalan, habis manis sepah dibuang (kesian kan...? Sendirian di hutan). Tampak terserak di beberapa tempat, sungguh menggemaskan. Sampah yang saya jumpai bisa jadi sebagian sudah ada sebelum tim rally photo datang, bisa juga ‘peninggalan’ beberapa oknum peserta tim rally yang ‘alpa’, atau kemungkinan perpaduannya. Semoga lain kali tidak terulang lagi. Kasihan TNK, kasihan para polisi hutan yang harus memungutinya.

Tipsnya, sehabis minum atau makan, kemasan harus dimasukkan kembali ke tas/ransel. Kalu tidak begitu, misalnya terlalu penuh, jangan lupa membawa plastik yang kira-kira cukup menjadi wadah sampah kita. Insya-Allah TNK terjaga.

Ada Model di Tengan Hutan

Sudah sekitar lima jam saya dan beberapa teman berjalan, semakin lama semakin ngos-ngosan. Lagi capek-capeknya, ketika perjalanan menuju finish, tepatnya di bawah rumah pohon, ternyata ada makhluk cantik sedang berpose di bawah tangga. Suasanya riuh. Maklumlah, lagi capek, kemudian ada yang seger, langsung fresh lagi, hehe.... Apalagi hampir 90% peserta adalah kaum Adam, kebayang dong!

Angel namanya. Salah satu finalis Duta Wisata Kota Bontang, sengaja diajak serta oleh panitia khusus sesi pemotretan model di tengah alam TNK. Ya…, cukup berhasil membuat suasana semakin ‘renyah’. Eksis terus ya, Ngel..!

Ayo Cintai dan Selamatkan TNK

Kalau bukan kita, siapa lagi? Ayo kita wariskan TNK, salahsatu aset penting alam kita, kelak kepada anak-cucu agar mereka masih rasakan sejuknya udara, masih melihat dedaun melayang jatuh dari ranting ulin yang perkasa, masih mendengar cicit burung yang melenakan, dan masih melihat warna-warni kupu-kupu yang molek memsona.

Terima kasih buat panitia. Sukses buat teman-teman semua. Ayo ajak keluarga dan teman bertamsya ke TNK. Kapan lagi kita kesana? Abdul Hakim


Minggu, 28 Desember 2008

Yogya Macet

Berasa udah lama banget neh nggak ngeblog.... Nulis ah...

Ini berita tentang yogya yang macet.
Gile, beberapa hari terakhir, Yogya mulai macet. Di banyak titik, terutama di persimpangan, baik simpang tiga atau empat, kemacetan terasa. Nggak biasanya deh...

Maklumlah, akhir tahun prend... Libur Natal, Tahun Baru Islam, awal tahun 2009, trus ktemu juga hari Sabtu Minggu. Pas banget buat yang ngrencanain liburan..

Dan, ternyata Yogya masih menjadi salah satu primadona berwisata warga. Jadinya, jalan-jalan penuh dengan kendaraan, baik mobil pribadi maupun angkutan umum dari luar Yogya.

Agar perjalanan menjadi lancar, kita harus pinter-pinter memilih jalan alternatif. Kalo nggak, musti sabar nuggu antrian... Tapi, jalur alternatif nggak selalu baek lo karena semua orang berpikiran sama untuk melewatinya. Bisa-bisa lebih macet dari jalanan biasa. Seperti Sabtu kemaren, pas saya melintas di Joglo (jalan Yogya-Solo) tepat di pertigaan alternatif deket Shapir, bukan sekadar macet, tapi berhenti total karena kendaraan yang akan masuk dan keluar di jalan alternatif berdesakan, arahnya nggak jelas... Jadi, kendaran nggak bisa bergerak. Mana pas nggak ada polantas. Untunglah, ada seorang bapak yang rela turun dari mobilnya untuk mengatur jalannya lalu lintas. Begitu semnagatnya sampe dia nggak nglihat kalo alas kaki yang dipakenya satu sepatu dan satu sandal. Tapi, aku salut banget sama dia...

Berkat dia, akhirnya setelah beberapa lama, saya dapat melintas, sementara yang laen juga ngantri untuk mendapat giliran...

Minggu, 26 Oktober 2008

Hujan2 Nyruput Layered Mocca Cream di Rumah Coklat, Nikmat...






Sore jelang maghrib yang basah, padahal sepuluh menit yang lalu, 16.30, mendung masih menggantung di langit Yogya. Pas di jalan, terpaksa kami berteduh di sebuah tenda deket toko di jalan Colombo karena tiba-tiba hujan mengguyur deras. Kami berempat: aku, Ranu, Adnan, dan Yus, hendak menuju Rumah Coklat untuk ngenet sambil nyruput kopi. Sekitar lima belas menit, hujan reda, kami pun meluncur ke RC. Sesampai di RC, gerimis kembali jatuh dan deras pun mengguyur.

Jelang maghrib yang sejuk. Maklum beberapa bulan terakhir, Yogya membara, debu bertebaran, rerumputan lunglai tak bertahan, dan dedaun pohon gugur tak kuasa menahan panas. Wadduh, puitis nian...

Empat Layered Mocca Cream yang hangat segera terhidang dan kami seruput. Nikmat... Sambil buka laptop dan segera akses internet. Beberapa tugas harus segera diselesaikan. Kongkow produktif..

Tentang Rumah Coklat

Komen Ranu: "Tempat asyik buat nongkrong, belajar, pacaran, nyari inspirasi. Selain itu, di samping harga yang terjangkau dan rasa yang enak, RC bisa jadi tempat yang istimewa buat even yang istmewa juga, hehe..." *Even apaan neh...?*
"Hot spotynya kenceng bennerrr.....!"

Komen Adnan: "Adem benneerrrrrr....! Rumah Coklat, coklat bennerr......!"

Komen Yus: "RC my first place date at Yogya, never missing in my memory. My lovely, Tary".

Bussett......

Oh ya, tentang mereka bertiga adalah teman-teman mudaku yang biasa olahraga basket bareng, cari makan, share, dll.

Rabu, 17 September 2008

Buka Bersama Teman: Ketika Hidup Harus terpisah, Hiks...!




Ya beginilah nasib jauh dengan keluarga., berasa gimana gitu.... Pas puasa soalnya. Sore jelang senja hunting makanan untuk berbuka, lalu jam 02.30 atau 03.00 menembus malam untuk berburu makanan sahur. Akan tetapi, sejauh ini sih berusaha menikmati aja biar berasa agak enakan, hehe... Biar seru dan rame, untuk berbuka kami para "bujangan sementara" janjian di suatu temapt untuk berbuka bareng. Salah satunya di sekita lembah UGM. Biasalah, lesehan pinggir jalan. Ya.. lumayanlah, berasa dengan keluarga. maklum sudah akrab.

Kamis, 11 September 2008

Seni Mural Nan Elok di Yogyakarta





Perkembangan seni corat-coret di tempat-tempat terbuka di Yogyakarta, misalnya di dinding stadion, pilar jalan layang, atau tempat-tempat terbuka lainnya yang berdinding, sampai saat ini masih menjadi pemandangan yang menawan. Mural bukanlah corat-coret asal dan tak bermakna, tetapi mengedapankan keindahan dan pesan-pesan untuk penikmatnya. Bukan pula sekadar grafiti yang sekadar menuliskan nama gang, kelompok, atau slogan tertentu, yang kecenderungannya sulit dinikmati atau dibaca. Mural di Yogyakarta sekaligus memberi contoh baik kepada anak muda yang hobi corat-coret agar menghasilkan karya yang baik. Tidak sekadar coret sana, coret sini, pada tempat yang salah pula. Seni Mural di Yogyakarta banyak bisa kita nikmati pada sudut-sudut jalan, stadion, pagar, dan lain-lain. Gambar di atas adalah beberapa karya mural yang sempat saya abadikan. Ada yang mengangkat tema keindahan alam, wayang, pesan sosial, dan lain-lain. Adul Hakim

Dawet Hitam Banyumas


Salah satu yang terkenal di daerah Banyumas adalah dawet hitam. Kalau kesana, di sepanjang jalan kita akan menemui para penjual minuman segar bersantan tersebut. Bahkan di jalan-jalan yang jauh dari pemukiman penduduk, misalnya di jalan-jalan raya dekat persawahan, dengan mudah kita dapat menjumpainya. Sambil melepas lelah, kita dapat menikmati miniman tersebut di gubuk-gubuk kecil di bawah rindang pohon dan semilir angin perswahan yang berhembus sejuk. Sebuah perpaduan yang indah dan nikmat. Abdul Hakim

Batur Raden Purwokerto






























Meski belum pernah pergi ke Batur Raden Purwokerto, tentu Anda sudah mengenal, minimal pernah mendengar tempat wisata tersebut. Sebab, selain sebagai tempat wisata, daerah Batur Raden juga dikenal sebagai tempat kegiatan perkemahan parmuka nasional. Bagi yang sudah pernah kesana, tentu Anda telah mengetahui bahwa tempat wisata tersebut berada di pegunungan yang lumayan sejuk. Di tempat tersebut juga terdapat pemandian air panas yang konon dapat menyembuhkan berbagai penyakit.

Tempat ini semakin tekenal ketika beberapa tahun yang lalu menelan beberapa korban ketika jembatan gantung yang dipadati pengunjung terputus dan para wisatawan berjatuhan ke dasar sungai yang berbatu. Jika sekarang kesan, maka jembatan gantung tersebut sudah berganti dengan jembatan beton permanen. Jadi, Anda tidak perlu deg-degan lagi saat melintasi jemabatan yang di bawahnya dialiri air dari pegunungan dengan bebatuan hitam yang khas tersebut.
satu lagi, kalau sebelumnya Anda mengira bahwa tempat tersebut bernama Batu Raden, tentu Anda slah, karena yang benar adalah Batur (memakai R) yang berarti teman atau pembantu sang Raden sehingga menjadi Batur Raden. Abdul Hakim

Pasar Ramadhan di UGM


Sudah menjadi tradisi bahwa setiap ramadhan tiba maka di berbagai tempat akan disemarakkan oleh kehadiran pasar ramadhan. Pasar kaget yang rata-rata dimulai selepas ashar tersebut biasanya menjula berbagai makanan dan jajanan khas ramadhan. Kehadiran pasar-pasar tersebut memberi pemandangan yang berbeda dari hari-hari biasa. Sambil menunggu bedug maghrib tiba, masyarakat bisa membeli berbagai makanan untuk berbuka.
Salah satu pasar ramadhan di Yogyakarta, digelar di UGM. Beberapa ruas jalan menjadi tempat mangkal para penjual. Selain di depan pintu gerbang UGM, juga di sepanjang jalan dekat lembah, peternakan, dan depan masijid kampus. Area ini memang biasanya digunakan berjualan oleh para pedagang pada pasar mingguan atau yang biasa dikenal masyarakat sekitar UGM sebagai kegiatan Sunday Morning.
Yang tampak berbeda dengan pasar ramadhan lainnya, di sekitar UGM meskipun jualannya beragam, tetapi yang paling dominan adalah minuman segar, terutama penjual sup buah yang berjajar panjang. Tampilan dagangan mereka sangat mengoda karena berbagai buah segar sebagai daya pikat digantung di rombong mereka, mulai dari blewah, melon, pisang, kelengkeng, durian, dan lain-lain. Pada hari-hari biasa, mereka juga berjaualan di seputar UGM, tetapi pada ramadhan jumlah mereka semakin bertambah banyak.
Ingin mencicipi kesegarannya, silakan datang bersama teman atau keluarga sambil menunggu bedug tiba. Abdul Hakim

Rabu, 16 Juli 2008

Liburan Seru Anakku: WBL, Goa Maharani, Jatim Park





Waduh bbb....pparrah...Hiks!
Nggak kerasa udah lumayan lama nggak nulis-nulis lagi. Liburan telah usai. Perjalanan yang kami tempuh adalah Bontang-Balikpapan-Surabaya-Lamongan-Malang-Klaten-jogja-Balikpapan-Bontang. Alhamdulillah, aku bisa menikmatinya bersama keluarga setelah berpisah untuk beberapa bulan. Seru!! Setidaknya buat anakku satu-satunya, Muhammad Renfro. Dia benar-benar happy bisa bertemu dengan keluarga, eyang, om, tante, saudara-saudara dari papa dan mamanya. Ditambah kemudian jalan-jalan, berlibur bersama keluarga, terutama para keponakan-keponakan. Keakraban anakku dengan mereka rekat dalam tempo singkat, meski pertemuan hanya terulang setahun atau lebih. Dan, perpisahan pun menjadi ending yang membuat mereka sedih. Dan, kami para orang tua, yang menyaksikannya pun menjadi sama.

Beberapa tempat wisata yang kami kunjungi, semoga bisa menjadi referensi buat Anda yang belum pernah berkunjung ke sana, antara lain: WBL (Wahana Bahari Lamongan), Goa Maharani & Zoo Lamongan, dan Jatim Park di Malang.

Ketiga tempat wisata tersebut cukup bagus untuk dikunjungi. Buat yang menyukai kucing, di WBL berbagai kucing, mulai dari yang lokal Indonesia sampai berbagai jenis dari negara-negara di dunia bisa Anda lihat. Berbagai permainan ketangkasan, studio film tiga dimensi, permainan air, dan lain-lain, ada di WBL. Pesona Goa Maharani & Zoo yang berdekatan dengan WBL juga layak untuk disambangi. Sedangkan, untuk Jatim Park di Batu Malang hampir serupa degan WBL. Bedanya, WBL di tepi laut, sedangkan JP ada di daerah pegunungan yang sejuk. Selain berbagai permainan, di JP banyak terdapat wahana dan demonstrasi pendidikan/teknologi.

Minggu, 24 Februari 2008

Indahnya Menikmati Hamparan Padi Menghijau




Sejak tinggal di Bontang Kalimantan Timur, menikmati hamparan padi yang menghijau atau menguning menjadi sebuah harga yang mahal. Sebab, hanya di beberapa titik kecil kita bisa menjumpainya. Yang dominan adalah padang ilalang, kebun pisang, bonggol-bonggol pepohonan yang menghitam dan berserakan sisa-sisa pembalakan liar. Alhamdulillah, jika kita melewati rerimbunan pepohonan hutan, meski tidaklah banyak. Atau, sesekali pandang kita disejukkan oleh deret pohon karet di sisi kanan kiri jalan.
Sabtu-Minggu ini, 23-24 Pebruari, libur pertama kuliah. Kumanfaatkan ke kota kelahiran istri saya, rumah mertua, di Klaten. Dengan mengendarai Vario Pink (hihi....), Jumat sore aku meluncur ke kota yang jarak tempunya tidak lebih dari 45 menit tersebut.
Bersyukur...bersyukur....andai kuliah saya tidak di Yogya, tentu aku bener-bener akan menjadi anak kost. Untungnya, Allah Maha Pemberi......Jadinya, aku bisa lebih dekat dengan keluarga yang sebelumnya hanya setahun, dua tahun, tiga tahun sekali bertemu.
Esoknya, sekitar pukul 5-6 sore, bersama adik ipar, aku berjalan-jalan untuk bersilaturrahmi ke rumah pakde, bude, dan keluarga lain dari istri saya yang tinggal di desa. Dari rumah mertua, hanya perlu waktu sekitar 15-an menit. Usai bersilaturrahmi, jelang pukul 6, ketika senja mulai turun, kami pulang.
Melewati perkampungan yang masih disesaki pepohonan tentu sebuah pemandangan yang menyenangkan. Sesampai di persawahan, rasa syahdu begitu saja menyelinap tatkala hamparan padi yang menghijau tepat di depan mata. Bias merah kekuningan sisa matahari senja sore itu semburat di antara dedaun pohon yang menjulang di pematang-pematang yang agak jauh dari tempatku melintas. Sejenak aku berhenti untuk mengabadikan suasana senja nan elok itu.
Subhanallah...indah sekali. Rasanya sejuk dan damai. Akhirnya, aku bisa nikmati lagi indah senja di persawahan. Sesaat, melintas bayang kecilku pada keindahan yang sama di kampungku, tepatnya di Lamongan. Aku akan segera datangimu, insyaAllah minggu depan, semoga keindahanmu belumlah pudar. Amin.
Tepat di dusun Kalikotes Klaten aku sempatkan berdiri di sisi jalan, menatap gemas....
Alhamdulillah, lukisan alam seperti ini masih bisa kunikmati di sini. Di atas adalah sebagian keindahannya...

Yogya, 24 Pebruari 2008

Kamis, 21 Februari 2008

18 Peb: Terima Kasih Hadirmu

Pas 18 malam, terima kasih kalian dah pada datang....
Novan & Bobby yang telah menjadi adikku sekian lama...
Anak-anak Duta Wisata...Niko & Irfan jangan lupa ajak anak-anak aktif menjalankan perannya...
Vidia yang cantik..terima kasih hadiahnya...
Anak-anakku yang manja: Panca dan Andre. Kemarin pas ke rumah udah nggak makan berapa hari? Hehe... Nanda yang murah senyum... Panky ayang setia nungguin kegialaan mereka...Tapi, ngomong-ngmong, kok kalian ngilang tanpa berita dan pesan seh....
Sasongko yang Ndut....akhirnya masuk rumahku juga, hehe..... Kamu itu nakal, suka ngungkit-ngungkit yang sudah-sudah, tar kujewer biar kapok kamu.... Adikku yang lucu, Pherroe...tx....juga dah hadir. Kalian berdua harusnya nggak usah pulang sekalian. nanggung dah kemaleman....
Trims juga doa-doanya, semangatnya, sedihnya, buat semua anakku di SMP YPK yang kusayangi....Ningsih, Yanti, Trie, Adel, Vinda, Zuka, dll jangan sedih lagi, nggak boleh nangis lagi, tar kita ketemu lagi...Trims SMS, email, komen di blog: maaf kadang nggak kebales pas pulksa abis, hehe... Eka, waduh...nggak bakal lupa lagi deh, udah dicatet kok, hehe....
Khusus 9B, C, D, E, ayo tetep semangat...semangat...
Trsus, buat Vilda, anggita, dan anak2 9A, waduh, paha cari-cari dan nggak ketemu pas mau pergi..
I lup yu all...........

19 Peb, Akhirnya Aku Pergi Juga Ke Yogya

Ya seneng ya sedih, campur aduk deh.... Alhamdulillah, saya berkesempatan cari ilmu lagi, tepatnya di Universitas Negeri Yogyakarta...Sedihnya? Waduh, nggak kebayang akhirnya harus berpisah untuk sementara dengan keluarga tercinta..Soulmate-Lyn- dan anandaku yang sedang lucu-lucunya....
Dia pas butuh pendampingan pada saat perkembangannya...Sedih pokoknya..Biasanya main bola bareng, ketawa-ketawa, sholat berjamaah, nganter ke sekolahnya, dan lain-lain, tiba-tiba rutinitas itu kini tiada...Bersama ibundanya tercinta, anandaku melewati hari-hari berdua....
Kemarin, tanggal 19, pas dia nganter ke airport, kutahu gurat sedih terlukis di wajahnya..Matanya sembab tatkala kucium dan kupeluk sambil berpamitan...
Hari ini, dia telpon dan bilan, "Papa pulang hari ini saja......." ...........(^^)...
Sabar anandakui, papa segera pulang tuk pelukmu dengan erat....

Minggu, 25 November 2007

Ke Samarinda Lagi...

Kalo ngomongin Samarinda seh jadi biasa karena saya dan keluarga sering mendatanginya.. Dua hari ini misalnya, Sabtu-Minggu, 24-25 November, aku bersama momi (ibunya anakku), dan anakku Efro, kembali merefresh diri dari rutinitas yang tak jarang menjenuhkan dan bikin stress. Ya, perjalanan standarlah, tapi seneng aja kalo bersama keluarga. Apalagi, kalo udah ndengerin celoteh anakku yang lucu, menggemaskan, walau tak jarang juga ngeselin, hehe...

Oh ya hobbi anakku seh macem-macem. Salah satu yang belum ditinggalin adalah bermain mobil Tamiya. Kmaren malem, dia beli satu di SCP (Ramayana), sampe di hotel dites pake baterai, eh ternyata nggak hidup. Kecian, dia kecewa. Trus, tadi siang, dia beli lagi di Lembuswana Mall (Matahari), barusan sampe rumah, jam tujuh malam, Tamiyanya dicoba, dan ternyata hidup. Aapa yang diucapkan anakku, "Ma, Ma,...syukur Ma, ternyata Tamiyanya jalan..!" ujarnya. "Bilang apa?" sambut momi. "Alhamdulillah..." jawab anakku.

Alhamdulillah, anakku belajar bersyukur dari hal-hal kecil seperti ini. Bikin hati seneng... Alhamdulillah!

Ke Bali Lagi....

Duh...ngomongin Bali emang nggak ada matinya. Keindahan Pantai Kuta yang tak pernah habis menyihirku, Tanjung Benoa yang menantangku, Danau Bedugul yang menenangkan, Tanah Lot yang rupawan, Pasar Seni Sukowati yang memang nyeni banget, dan daerah-daerah lain yang menjadi tempat wisata di Bali, begitu ngangeni. Rasanya selalu pengen dan pengen untuk datang dan datang lagi. Terutama tentang Pantai Kuta... Oh, my God! Setiap kutatap debur ombaknya, pasir lembutnya, batas pantai yang indah, terlebih tatkala kupijakkan jemari kaki di atasnya , lalu riak ombak menyentuh kaki, terasa ada yang menjalar indah... Dan, ketika tubuh ini telah mencebur dan berenang basah, terhempas ombak yang bergulung, oh...oh....oh.... rasanya jangan pernah usai berlibur di pulau dewa ini.

Salah satu ketakjuban saya yang tak kunjung reda adalah betapa masyarakat Hindu Bali begitu syahdu dengan ritual sakral yang tak lekang dengan gempuran budaya barat yang selalu datang bertubi-tubi. Setiap pagi, betap mereka khusuk beribadah mohon keselamatan dengan meletakkan rangkaian sesajen di pura atau tempat-tempat persembayangan yang ada di susut-sudut rumah atau bangunan lainnya. Aroma bunga dan dupa bercampur dengan buah atau makanan lainnya menjadi pemandangan wajib bagi kita. Di jalan, di hotel, atau di tempat-tempat lainnya.

Rasanya pesona Bali tak habis untuk diceriatakan, seperti aku yang tak juga puas mereguk keindahan dan eksotisnya kota yang begitu rajin menjaga pesona hijau bunga dan pepohonannya. Meski, telah berulang aku menjelajahinya.

Dua tahun lalu, tepatnya Agustus apa September 2005, terakhir aku kesana. alhamdulillah, November ini, tepatnya tanggal 15-19 yang lalu, aku berkesempatan datang lagi... Ye, bener-bener Happy Hollidays... Lepas lelah, resah, dan semua....