Abdul Hakim
Sesaat menggeleparku terkesima
Telanjangi wajahmu yang innocent
Menggiringku ke labil jiwa
Berarak tak terkendali, meletup-letup
Mendobrak, terhenyak
Tatap dengan batin
Agar resonansinya getarkan nafas dan jiwamu
Yang tengah berceloteh riang tepat di depanku
Bontang, 8 Desember 2007
Jumat, 07 Desember 2007
GLOBAL WARMING



Global warming atau pemanasan global menjadi isu hangat akhir-akhir ini. Bangsa-bangsa di dunia, termasuk Indonesia mulai gelisah, apalagi kerusakan alam Indonesia termasuk kategori parah. Konferensi PBB mengenai Pemanasan Global dan Perubahan Iklim (Global Warming and Climate Change) diadakan di Bali mulai 3-14 Desember 2007. Selain aspek lingkungan sebagai isu utama, konferensi ini mengemban misi edukasi, baik bagi pemerintah maupun masyarakat umum. Intinya, bagaimana aspek lingkungan menjadi pertimbangan penting dalam setiap pengembangan pembangunan.
Langkah-langkah konkret, konsisten, dan radikal untuk mengantisipasi global warming perlu segera dilakukan, kalau tidak, bersiap-siaplah kita menuai bencana. Mungkin memang bukan kita saat ini, tetapi bagaimana dengan anak-cucu di waktu mendatang?
Ayo kita pakai rumus Aa Gym, 3 M: mulai dari diri sendiri, mulai dari hal kecil, dan mulai sekarang juga. Tidak membuang sampah sembarangan, ayo menanam pohon dan tanaman hias lainnya, jangan merusak alam, jangan mendirikan bangunan pada daerah resapan air, kurangi pemakaian barang-barang yang merangsang pemanasan seperti membuang freon sembarangan, perbaiki sistim pembuangan gas atau asap pabrik, asap kendaraan, dan lain-lain. Ayo! Kapan lagi kalau tidak sekarang. Jangan menunggu bencana tiba.
Abdul Hakim
AA GYM, TAK HABIS KAGUMKU ATASMU
Oleh Abdul HakimKetika kabar tentang Aa Gym berpoligami menjadi isu nasional dan kontroversi tentang hal itu tak berkesudahan, saya hanya membatin, mengapa orang-orang begitu sibuknya membahasnya tidak hanya dalam perbincangan nonformal, lebih dari itu, topik tentang Aa menghiasi layar infotainment, talkshow, diskusi, sampai pada gedung DPR yang dilakukan secara formal.
Kalau sekadar keterjetuan, kemudian menjadi perbincangan ringan, tentu menurut saya itu hal wajar, mengingat Aa Gym seorang publik figur. Akan tetapi, ketika sampai pada perdebatan yang cenderung memojokkan, mencemooh, melecehkan, dan sejenisnya, saya menjadi terheran-heran. Semua orang membuat justifikasi dengan caranya sendiri-sendiri, meski tak sedikit yang sangat subjektif. Saya jadi sangat gemas melihatnya. Suatu saat saya menonton talkshow di RCTI, ada beberapa narasumber, di antaranya adalah Sitoresmi Prabuningrat (pelaku poligami) dan Nursyahbani (aktivis perempuan). Perdebatan yang tidak fair menurut saya, apalagi sebagai presenter, Putra Nababan juga kurang begitu bisa menguasai. Kubu Nursyahbani yang anti poligami, pasti dengan cara apapun tidak akan menyetujui poligami. Yang menjengkelkan, Nursyahbani dkk. tidak sekadar berargumentasi, tetapi cara mereka menyampaikan argumentasinya begitu sinis dan seolah-olah merekalah yang paling benar. Sitoresmi sudah menjelaskan bagiamana dia menjalani dengan ikhlas rumah tangganya dengan status poligami, tentu dengan segla pernak-perniknya. Ketika Nursyahbani dkk. tetap ngotot bahwa poligami tidak mungkin membahagiakan, tidak mungkin bisa adil, dan lain-lain, Sitoresmi yang tutur katanya lembut itu hanya bilang, kurang lebi begini, "Bagaimana Anda bisa berkata begitu, bukankah saya yang menjalani?......" Benar juga, bagaimana mereka bisa menghakimi, padahal mereka tidak bisa memukul rata bahwa selamanya poligami tidak membahagiakan, dan lain-lain.
Mungkin mereka berpikir bahwa pernikahan monogami selalu ideal, sebaliknya poligami selalu sesak dengan problem. Nyatanya tidak begitu! Banyak yang bisa menjalaninya dengan baik. Meskipun kalau kita timbang-timbang dengan logika, maka akan terbesit, "Mana mungkin? Mana mungkin?..." Padahal, yang menurut kita tidak mungkin seringkali adalah sesuatu yang tidak kita ketahui atau kita coba sebelumnya. Meski saya tidak menyarankan haryus mencoba berpoligami untuk mengetahuinya. banyak contoh yang bisa kita jadikan referensi.
Dalam kasus Aa Gym misalnya, saya sangat khusnudhon (berprasangka baik) dia mampu. Dengan bekal ilmunya, istiqomahnya, hartanya, saya yakin dia bisa, dia berusaha dengan sungguh-sungguh. Lalu, apa masalahnya? Mengapa orang-orang dan aktivis wanita seperti mereka tidak lebih mengutamakan mengangkat harkat wanita Indonesia yang begitu banyak melakukan tindak penyimpangan. Prostitusi, perselingkuhan, hiburan-hiburan nakal dan negatif, begitu sangat menjamur. Lalu, apa yang sudah Anda lakukan untuk meminimalkan, mengatasi, membantu mengangkat kembali mereka.... Yang seperti itu lebih urgent untuk diselesaikan. malah, ada orang berniat baik diperdebatkan, yang jelas-jelas menyimpang, melenggang aman, bebas problem!
Saya, sampai hari ini, belum pernah berencana berpoligami. Bahkan, terlintas di pikiran saja belum pernah. Dan, semoga saya tetap tidak berencana dan melakukan hal itu. Sebab, saya bisa mengukur kadar iman dan keistiqomahan saya, tentu juga masalah ketersediaan materi. Akan tetapi, saya bukan sosok yang antipati tehadap poligami, tentu dengan catatan-catatan tertentu. Sebab, nyatanya tidak semua orang dapat menjalaninya, meski ia mau melakukannya. Tapi, antipati dan suudhon (berprasangka buru) secara buta juga bukan tindakan bijak.
***
Sebenarnya saya sudah pernah menulis artikel tentang ini sewaktu berita tentang Aa begitu menyita perhatian media. Tapi, belum sempat mengetik, masih dalam bentuk tulisan tangan. sedang, tulisan di atas, tiba-tiba saja mengalir setelah saya menonton tayangan Kick Andy di Metro TV pada Kamis, 06 Desember 2007 , Kamis pukul 22.05 WIB. Siaran ulangnya tayang setiap Minggu pukul 15.05 WIB .
Meski di tempat kami, WITA, acara baru tayang pada 23.05, tapi saya setia menunggu. saya sudah akan penampilan Aa. Alhamdulilah, dia sehat dan tetap dengan pribadi yang tenang, tidak meledak-ledak. Selama acara, saya trenyuh, merinding, gerimis hati saya, terhadap semua kisah yang disampaikan. Berbagai pertanyaan Andy dijawab dengan begitu jelas, dengan logika yang pas, dan dengan perumpamaan dan analogi-analogi yang sangat baik. tampak sekali dia sangat cerdas dan rendah hati. Penonton di studio juga dibuat terkesima. Tak sedikit dari mereka yang meneteskan air mata. Luar biasa!
Berikut rilis berita dari tayangan tersebut yang saya download dari www.kickandy.com. Sebeuah acara yang menurut saya sangat berkualitas dan syarat pelajaran dan pengetahuan yang dapat membuka cakrawala wawasan penonton. Salut buat Andy.
Aa Gym Menjawab.
Ini penampilan pertama Abdulah Gymnastiar atau akrab dipanggil Aa Gym di sebuah talk show. Tidak mudah meyakinkan dai yang dikenal dengan lagunya 'Jagalah Hati' ini untuk tampil di Kick Andy. Pasalnya, selama ini dia merasa didzolimi oleh pers setelah berpoligami.
Melalui berbagai pertimbangan, akhirnya Abdullah Gymnastiar menyatakan bersedia. Semua pertanyaan yang diajukan Andy Noya dijawabnya dengan terbuka. Mulai dari alasan mengapa sampai dia tega menyakiti hati istri dan keluarga dengan kawin lagi, bagaimana perasaannya 'ditinggal' oleh para pengagumnya, sampai isu bisnisnya hancur setelah berpoligami.
''Ini cobaan yang berat dalam hidup saya. Tapi dalam perjalanan waktu ke depan saya yakin ada hikmah yang dapat dipetik,'' ujarnya.
Dengan suara bergetar Aa Gym mengungkap perasaan yang harus dipendamnya selama beberapa tahun terakhir ini. Pria yang bertutur lembut ini mengaku beberapa tahun terakhir hidupnya tidak bahagia. Dia merasa kehidupannya bagaikan sebuah mesin yang sedang berjalan dan tidak bisa dihentikan. ''Saya begitu sibuk. Dari satu acara ke acara lain. Dari satu daerah ke daerah lain. Bahkan untuk mengejar waktu, saya sering naik helikopter atau pesawat khusus. Saya tidak punya waktu lagi untuk urusan pribadi,'' ungkap ayah tujuh anak ini.
Bahkan untuk bertemu dengan kedua orangtua yang dia cintai pun tidak pernah dapat terlaksana. ''Saya rindu dan ingin bertemu orangtua tapi jadwal begitu padat. Saya sudah menyadari ada yang salah dengan kondisi ini. Saya jadi jarang bertemu dengan istri dan anak-anak. Tapi saya tidak berdaya. Saya tidak bisa menghentikan mesin ini.''
Maka, ketika pria 45 tahun ini memutuskan untuk menikah lagi, dan akibat keputusannya itu dia ditinggalkan oleh sebagian besar 'umatnya', Aa Gym mengaku semua itu merupakan kehendak Allah untuk menghentikan mesin kehidupannya yang berputar telalu cepat.
''Ini cara Tuhan agar saya mempunyai waktu untuk lebih memperhatian keluarga. Ini cara yang halal, yang diijinkan oleh agama,'' ujarnya masih dengan suara bergetar.
Mengenai bisnisnya yang terganggu akibat banyak pengagumnya yang menarik diri setelah dia menikah lagi, Aa Gym juga mensyukuri dan mengambil hikmahnya. ''Sejak awal saya juga merasakan semua kegiatan bisnis yang bertumpu pada pengultusan individu tidak akan sehat dan tidak akan bertahan lama,'' ujarnya.
Dengan kondisi tersebut, secara alamiah bisnis yang dipimpinnya di, bawah payung Manajemen Qolbu Corporation, tersaring secara alamiah. ''Unit bisnis yang mengandalkan saya sebagai pribadi, terpaksa tutup. Tapi bisnis lain yang dikelola secara profesional, sampai sekarang tetap bertahan.''
Aa Gym tetap pada pendiriannya bahwa berpoligami adalah keputusan yang tidak menyalahi agama dan prinsip hidupnya. ''Kita bisa lihat di sekeling kita, masih ada yang memilih jalan yang dilarang agama. Apa yang saya lakukan tidak menyalahi agama.''
Pada bagian kisah tentang adiknya yang lumpuh dan kemudian meninggal, pria yang gemar berolahraga petualangan ini tidak kuasa membendung tangisnya. Kepada Andy Noya dan penonton di studio, Aa Gym mengakui adiknya yang cacat itu merupakan sumber inspirasinya dan menjadikan dirinya seperti sekarang ini.
Adiknya yang sudah lumpuh waktu itu tetap bertekad melanjutkan kuliah ke fakultas ekonomi Universitas Indonesia. Padahal untuk ke kuliah dan beraktivitas, Agung, sang adik, harus dibopong. Aa Gym sebagai kakak termasuk yang paling sering membopong adiknya ke tempat kuliah.
Suatu hari, Aa Gym tak kuasa untuk melemparkan pertanyaan kepada Agung. ''Dik, kata dokter sakitmu sudah parah sekali. Tapi adik kok tidak pernah mengeluh?'' Sang adik tersenyum lalu menjawab, ''Untuk apa mengeluh? Mengeluh akan membuat orang lain susah. Kalau orang-orang beramal untuk bekal di surga nanti, saya ingin agar kesabaran saya ini bisa menjadi bekal nanti.''
Mendengar jawaban itu Aa Gym tersadar. Betapa mulianya hati sang adik. Bahkan Agung pernah mengatakan apa pun yang dilakukan Aa Gym tidak akan sempurna jika tidak mengikuti jejak Nabi Muhammad. ''Itulah titik balik dalam kehidupan saya sehingga saya bisa seperti sekarang ini,'' ungkapnya.
Di Kick Andy pimpinan Pesantren Daarut Tauhid ini juga bercerita tentang kenapa dia kerap memakai sorban, bagaimana ketika di SD dia terpaksa jualan jambu milik tetangga, dan bagaimana saat mahasiswa dia harus mencari uang dengan menjadi supir angkot. Termasuk bagaimana dia menghidupi keluarga dengan jualan bakso. ''Subuh-subuh saya sudah ke pasar beli tulang sumsum untuk kuah bakso.'' Tapi mengapa sang istri waktu itu terganggu dengan profesi sang suami? ''Karena setiap hari jualan bakso, badan saya bau bakso semua. Istri gak tahan dan sering mau muntah,'' ujar Aa sembari tertawa.
Banyak kisah suka dan duka dalam perjalanan hidupnya yang dia ungkapkan di Kick Andy. Aa Gym juga menjawab semua tudingan terhadapnya. Sebuah wawancara tanpa batas dengan sang tokoh. Di ujung acara, Aa Gym dipertemukan dengan 'Aa Jimmy', yang selalu menirukan Aa Gym di News. Com. Apa yang terjadi? Marahkah Aa Gym?
Itulah sedikit ulasan beritanya. Jika Anda menonton sendiri acaranya, tentu Anda lebih bisa merasa dan mengerti. Oh ya, saya termasuk yang merasa miris akan kehadiran pelawak yang menamakan diri Aa Jimmy. Dia meniru-niru gaya Aa. Meski bebas, mestinya figur seperti dia jangan diplesetkan. terlebih, saat-saat pertama berita itu muncul, dia sering berlaku dalam acara di TV, baik di sinetron maupun lawakan, mengait-ngaitkan dengan poligami yang dilakukan oleh Aa Gym. Tetapi, luar biasa, meski banyak pengagum Aa yang komplain kepada Aa tentang hal itu, sewaktu Aa jimmy dihadirkan di stusio, Aa tidak serta-merta memberi komentar yang keras atas ketidaksetujuannya. Aa Gym hanya bilang dengan pelan, selagi untuk kebaikan, yaitu menyampaikan sesuatu yang bermanfaat silakan saja. Tetapi jangan pada konteks dan hal yang semakin membuat orang mempunyai kesimpulan yang tidak baik. Si Jimmy tampak tegang dan salah tingkah mendengarnya. Menurut saya juga, seharusnya Aa Jimmy tahu pada batas mana, pada konteks seperti apa, dia berlaku seperti itu. Saya lebih berbangga kalo Si Jimmy alias Argo melepas atribut ke-Aa Gym-annya, kemudian melawak dengan karakternya sendiri. Kurang etis saja!
Bontang, 8 Desember 2007
Minggu, 25 November 2007
Ke Samarinda Lagi...
Kalo ngomongin Samarinda seh jadi biasa karena saya dan keluarga sering mendatanginya.. Dua hari ini misalnya, Sabtu-Minggu, 24-25 November, aku bersama momi (ibunya anakku), dan anakku Efro, kembali merefresh diri dari rutinitas yang tak jarang menjenuhkan dan bikin stress. Ya, perjalanan standarlah, tapi seneng aja kalo bersama keluarga. Apalagi, kalo udah ndengerin celoteh anakku yang lucu, menggemaskan, walau tak jarang juga ngeselin, hehe...
Oh ya hobbi anakku seh macem-macem. Salah satu yang belum ditinggalin adalah bermain mobil Tamiya. Kmaren malem, dia beli satu di SCP (Ramayana), sampe di hotel dites pake baterai, eh ternyata nggak hidup. Kecian, dia kecewa. Trus, tadi siang, dia beli lagi di Lembuswana Mall (Matahari), barusan sampe rumah, jam tujuh malam, Tamiyanya dicoba, dan ternyata hidup. Aapa yang diucapkan anakku, "Ma, Ma,...syukur Ma, ternyata Tamiyanya jalan..!" ujarnya. "Bilang apa?" sambut momi. "Alhamdulillah..." jawab anakku.
Alhamdulillah, anakku belajar bersyukur dari hal-hal kecil seperti ini. Bikin hati seneng... Alhamdulillah!
Oh ya hobbi anakku seh macem-macem. Salah satu yang belum ditinggalin adalah bermain mobil Tamiya. Kmaren malem, dia beli satu di SCP (Ramayana), sampe di hotel dites pake baterai, eh ternyata nggak hidup. Kecian, dia kecewa. Trus, tadi siang, dia beli lagi di Lembuswana Mall (Matahari), barusan sampe rumah, jam tujuh malam, Tamiyanya dicoba, dan ternyata hidup. Aapa yang diucapkan anakku, "Ma, Ma,...syukur Ma, ternyata Tamiyanya jalan..!" ujarnya. "Bilang apa?" sambut momi. "Alhamdulillah..." jawab anakku.
Alhamdulillah, anakku belajar bersyukur dari hal-hal kecil seperti ini. Bikin hati seneng... Alhamdulillah!
Ke Bali Lagi....
Duh...ngomongin Bali emang nggak ada matinya. Keindahan Pantai Kuta yang tak pernah habis menyihirku, Tanjung Benoa yang menantangku, Danau Bedugul yang menenangkan, Tanah Lot yang rupawan, Pasar Seni Sukowati yang memang nyeni banget, dan daerah-daerah lain yang menjadi tempat wisata di Bali, begitu ngangeni. Rasanya selalu pengen dan pengen untuk datang dan datang lagi. Terutama tentang Pantai Kuta... Oh, my God! Setiap kutatap debur ombaknya, pasir lembutnya, batas pantai yang indah, terlebih tatkala kupijakkan jemari kaki di atasnya , lalu riak ombak menyentuh kaki, terasa ada yang menjalar indah... Dan, ketika tubuh ini telah mencebur dan berenang basah, terhempas ombak yang bergulung, oh...oh....oh.... rasanya jangan pernah usai berlibur di pulau dewa ini.
Salah satu ketakjuban saya yang tak kunjung reda adalah betapa masyarakat Hindu Bali begitu syahdu dengan ritual sakral yang tak lekang dengan gempuran budaya barat yang selalu datang bertubi-tubi. Setiap pagi, betap mereka khusuk beribadah mohon keselamatan dengan meletakkan rangkaian sesajen di pura atau tempat-tempat persembayangan yang ada di susut-sudut rumah atau bangunan lainnya. Aroma bunga dan dupa bercampur dengan buah atau makanan lainnya menjadi pemandangan wajib bagi kita. Di jalan, di hotel, atau di tempat-tempat lainnya.
Rasanya pesona Bali tak habis untuk diceriatakan, seperti aku yang tak juga puas mereguk keindahan dan eksotisnya kota yang begitu rajin menjaga pesona hijau bunga dan pepohonannya. Meski, telah berulang aku menjelajahinya.
Dua tahun lalu, tepatnya Agustus apa September 2005, terakhir aku kesana. alhamdulillah, November ini, tepatnya tanggal 15-19 yang lalu, aku berkesempatan datang lagi... Ye, bener-bener Happy Hollidays... Lepas lelah, resah, dan semua....
Salah satu ketakjuban saya yang tak kunjung reda adalah betapa masyarakat Hindu Bali begitu syahdu dengan ritual sakral yang tak lekang dengan gempuran budaya barat yang selalu datang bertubi-tubi. Setiap pagi, betap mereka khusuk beribadah mohon keselamatan dengan meletakkan rangkaian sesajen di pura atau tempat-tempat persembayangan yang ada di susut-sudut rumah atau bangunan lainnya. Aroma bunga dan dupa bercampur dengan buah atau makanan lainnya menjadi pemandangan wajib bagi kita. Di jalan, di hotel, atau di tempat-tempat lainnya.
Rasanya pesona Bali tak habis untuk diceriatakan, seperti aku yang tak juga puas mereguk keindahan dan eksotisnya kota yang begitu rajin menjaga pesona hijau bunga dan pepohonannya. Meski, telah berulang aku menjelajahinya.
Dua tahun lalu, tepatnya Agustus apa September 2005, terakhir aku kesana. alhamdulillah, November ini, tepatnya tanggal 15-19 yang lalu, aku berkesempatan datang lagi... Ye, bener-bener Happy Hollidays... Lepas lelah, resah, dan semua....
Selasa, 13 November 2007
TRULLY TRULLY

Tentang yang satu ini memang layak mendapat catatan tersendiri. Trully atau Ully adalah panggilan akrab dari salah satu personel 3 in 1, tim kami. Nama lengkapnya Trully Tisna Milasari. Dia paling muda, bahkan sangat muda dibanding usia saya. Saya tahu dia tahun 2000-an. Waktu itu dia masih berseragam putih abu-abu. Sementara aku sudah bekerja. Kabarnya, sewaktu SMA, dia salah satu siswa berpotensi di sekolahnya. Layak jika kemudian dia diterima di universitas ternama di Yogyakarta, yaitu Universitas Gadjah Mada. Dia mengambil jurusan Psikologi.
Oleh karena ketekunan dan kecerdasannya, Trully lulus dalam waktu yang relatif singkat. Sebelumnya, dia berencana melanjutkan S2 di kampus yang sama. Sudah tes malah. Akan tetapi, karena dia diterima bekerja, maka dia sementara waktu menunda dulu keinginannya. Akhirnya, si anak ingusan itu (hehe...maaf ya, Trul...! Padahal, aku belum pernah lihat ingusmu, hehe...) Terlebih setahun kemudian, dia menemukan soulmate-nya. Awal 2007 (bulan apa ya..?), dia melepas status lajangnya. Bahkan, kini kandungannya telah menginjak bulan ketujuh (udah lebih belum ya...?). Tar lagi mau melahirkan.
Mengapa hari ini saya baru bercerita? Karena hari ini adalah hari terakhir dia bersama kami di tempat kerja, hiks...hiks...
Saat kusambung tulisan ini, Trully sudah melahirkan, sudah sebulan lewat malah.
Putri imutnya cantik. Dasar si Ully rada hiperaktif juga, apalagi kalu sudah ketemu anak-anak muda, jadinya waktu kukabari akan ada seleksi duta wisata, dia langsung bertanya... "Sudah ada yang nggantiin aku ya? Aku masih bisa bergabung kan? Waduh, padahal, aku cuma ngabari aja. Soalnya aku tahu, tentu dia masih dalam tahap pemulihan. Trus, baby-nya tentu nggak bisa ditinggal. Setelah kupastikan dan kuyakinkan, eh..dia nekat juga, bergabung sama tim kami seperti tahun lalu.
Dia siapin ASIi di kulkas karena dia ikut seleksi awal, interview peserta. Terus mengisi teknik pengembangan diri pada saat karantina. Di tempat yang sama, di sesi yang berbeda, bersama sesama psikolog, yaitu Mbak Ima (Syarifah Muslimah), menjuri peserta juga. Terus, pada saat grandfinal, tentu dia juga nongkrong di barisan para juri, seharian. Dan, ternyata semua lancar-lancar aja. Emang jempolan anak satu ini, sudah terbiasa soalnya. Sip. Matur tangkyu banget untukmu! Senengnya lagi, mantan pacarnya selalu support dia. Matur tangkyu juga ya, Mas Andi yang mulai jenggotan (haha...biar menjiwai jadi babe!)
Oh ya, tentang Trully, kehadiran dia selama bekerja bersama kami dan bergabung dengan 3 in 1 (aku, pier, trully) benar-benar klop. Selain outbond, kegiatan refleksi, pelatihan, dia juga patner saya saat mengasuh acara Zona Bebi di Buana FM. Makanya, waktu dengar dia bakal cabut, jadi berasa sedih..Tapi, tetep saja sampai sekarang bisa bekerja sama. Meski tidak dalam kegiatan formal.
Sukses buatmu Trull...Ku yakin asa dan langkahmu masihlah panjang. Dan, suksesmu kan kan segera menjelang. Amin!
Abdul Hakim, 2 Januari 2008
Jumat, 09 November 2007
CINTA TAK BERSYARAT
Langganan:
Postingan (Atom)
